20171222_122400

Ulang Tahun ke-7, Ujian Akhir Semester, Mainan Baru

Awal Desember ini Fel ulang tahun yang ke-7. Setelah tiga kali berturut-turut ulang tahunnya dirayakan di sekolah (plus ditambah lagi tiup lilin dan makan kue bareng keluarga di rumah), menjelang ulang tahun yang ke-7 ini kami udah warning jauh-jauh hari kalau kita nggak akan pesta-pesta. Fel udah gede, udah SD, pesta ulang tahun itu mostly for babies and little kids. Anaknya bilang yes Mami, nggak apa-apa.

Tapi di bulan September, gue pun gelisah melihat aneka souvenir ulang tahun di web produsen langganan kami. Lucuk to the max! Gue jadi gatel pengen pesan souvenir. Abis tahun lalu kami pesan 100 pieces dengan tiga tema yang berbeda–yang mana bikin gue semangat buat nentuin tema, warna, desain, dan pilihan souvenirnya. It was so much fun! Dan akhirnya tahun ini kami (gue, maksudnya) putuskan untuk pesan 30 pieces souvenir untuk sepupu-sepupu Fel dari keluarga gue dan keluarga Bapake. Yaaa mendadak bagi-bagi souvenir aja gitu saat ada kumpul keluarga sekitar hari ulang tahunnya, meski tanpa pesta atau seremoni tiup lilin, pasti nanti para sepupu senang deh.

Beres urusan suvenir ulang tahun. Ternyata tahun ini (dan bisa diduga tahun-tahun yang akan datang) hari ulang tahunnya Fel jatuh pas Ujian Akhir Semester. Meski Fel nggak pernah belajar di rumah saat hari-hari sekolah bisa, tiap UTS dan UAS kami belajar maksimal. Jadi ulang tahun kali ini makin kurang spesial deh karena harus belajar nonstop di rumah: latihan soal, ngafalin materi, belajar pake laptop, nonton video materi, dan tanya jawab lisan. Sepulang sekolah pas hari ulang tahunnya, kami cuma beli cake kecil di Holland Bakery trus dimakan sendiri deh di rumah. Eyang-eyang nggak boleh dateng berkunjung karena kami sibuk belajar, abis besoknya Social Studies dan PLBJ bok, materinya banyak yang kudu dihafal. Sungguh gue ibu yang kejam yak.

Ritual belajar saat ulangan itu melelahkan buat kami. We follow strict routine, yang artinya belajar berjam-jam di akhir pekan, dan belajar berjam-jam sepulang ulangan di sekolah. Anaknya capek karena bosan belajar, emaknya capek kalo ada materi yang nggak masuk-masuk meski udah diulang puluhan kali. Buat gue, nilai akhir sih terserah deh mau dikasih Allah berapa. Tapi yang penting kami usaha maksimal dulu. Gue bukan takut nilainya Fel jelek, tapi gue parno kalo pas ulangan Fel belum paham SEMUA materinya.

20171222_122243

Latihan soal pake software pelajaran sekolah

Setelah UAS selesai, gue dan Fel super kelelahan dan lega. Masya Allah, alhamdulillah. Dan liburan panjang pun dimulai! Karena Fel belum gue kasih kado ulang tahun, dan karena selama UAS belajarnya pinter banget–selalu semangat dan nggak pernah mengeluh, (dan karena gue sungguh menyesal marah-marah pas ngajarin, huhuhu) maka gue mau beliin mainan yang lucu dan spesial.

Di hari Jumat siang, hari terakhir sekolah sebelum libur panjang, kami ngibrit ke Kota Kasablanka. Di sana toko mainannya ada tiga: di Sogo, Toys Kingdom, dan Kidz Station. Dan kami pun borong mainan yang udah lama dimimpi-mimpikan: Sylvanian Families!

Pertama-tama kami beli yang Cedar Terrace alias Three Story House. Kami juga beli kelinci perempuan, si Freya Chocholate. Dese itu signature figurine-nya Sylvanian Families. Lalu kami beli furniture satu-satu buat Freya: kasur, meja rias, meja makan, sink dapur, sofa, bath tub, toilet. Fel was sooo excited. Beyond that, she was estatic and almost hysterical. Dia langsung lupa deh kegalakan gue saat ngajarin buat UAS, she thinks I’m the most beautiful and wonderful mother in the world. Ha! Mission accomplished!
20171222_122316

Si Fel itu memang senangnya playing with figurine. Dia bisa lamaaa banget mainin ponies-nya, Barbies, Cupcake dolls, princesses, atau Wonder Woman dan Supergirl. Jadi dia pegang masing-masing satu figurin di kedua tangannya trus dia bikin mereka ngobrol dan beraktivitas bareng kesana-kemari berjam-jam. Makanya gue yakin dia suka Sylvanian Families. Kan ada tokoh binatangnya dan rumah-rumahannya dan perabotannya (dan insya Allah next toko-tokonya, sekolah, playground, kapal, mobil, klinik, dsb).

Sehabis beli segabrek Sylvanian Families kami yang pertama, kami pulang dan menyusun semuanya di rumah. Dan dalam satu jam, Fel pun…… mati gaya. Dia nggak bisa mainin figurinnya karena kami cuma beli satu kelinci. Si Freya nggak bisa ngobrol dan ngapa-ngapain bareng. Bisanya cuma masak sendiri, tidur sendiri, mandi sendiri, dandan sendiri. Kasihan amat si Freya, sungguh sepi hidupnya.

Akhirnyaaaa Sabtu besoknya kami cuzzz midnight sale rame-rame sama Uncle, Aunty, dan Eyang. Si Fel dikasih angpau sama Uncle Dimas, dan dia ngibrit ke Kidz Station beli bayi kelinci adiknya Freya, boks bayi, dan piano bayi. Baru deh si rumah dia bisa ‘bener-bener’ mainin Sylvaniannya. Dia bikin skenario ini itu buat Freya dan Baby. And it is soooo much fun! Soalnya gue jadi ikutan main, haha.

20171222_121555

Freya dan Baby.. perabotannya ditambahin mainan plastik punya Fel

Besoknya Fel nginep di rumah Eyangnya (mertua gue) dan diajak ke Toys City. Dia dibeliin Country Dentist Set. Setelah nginep seminggu usai, Fel pulang dan kami bingung mau ditaruh di mana itu kelinci dokter dan peralatan dokter giginya, karena Three Story House-nya udah penuh perabot. Akhirnya untuk mengakomodasi the Rabbit Dentist, kami pun beli lagi Cosy Cottage Starter House, asyikkk!

20171222_122400

Yang sinting, di setiap mainan Sylvanian Families selalu ada katalognya. Isinya super lengkap. Jadi tiap malam kami berdua ngeliatin katalognya sambil berkhayal nanti kita beli ini ya Fel, trus beli itu Fel, aku mau ini aja Mami, ih itu juga lucu, kita nabung dulu Mami… dan seterusnya sampe ngantuk.

Sylvanian Families itu buatannya baguuus banget. Figurinnya dilapisi semacam bulu halus, bajunya bagus dan bisa diganti-ganti, kakinya bisa dilipat untuk duduk, dan wajahnya lucu bukan main. Semua wujud binatangnya lucu. Furniture-nya terbuat dari plastik tapi sangat halus, presisi, proporsional, dan detailed. Tiap pernik-perniknya menurut gue menakjubkan. Pintu rumah bisa dibuka. Laci-laci di countertop bisa dibuka. Kalo pintu di bawah sink dibuka, ada pipa airnya, gila detail banget kan. Toiletnya juga bisa dibuka tutup. Apalagi dentist setnya, gue sampe terkagum-kagum ngeliat peralatan si kelinci dokter gigi, lengkap banget. Keren.

20171222_201131

Freya periksa gigi sama drg. Kelinci. Sayang peralatan dokter giginya nggak kefoto.

20171222_201149

Freya dan Baby lagi baking. Ovennya bisa dibuka-tutup untuk dimasukin roti, lemari di bawah countertop juga bisa dibuka-tutup.

Kalo rumahnya, meski menurut gue buatannya biasa aja, tapi bisa dikoneksikan ke rumah yang lain. Bangunan Sylvanian emang dibikin buat disambung-sambung. Biar bisa dikoleksi dan dibikin kota. Nah rencananya tiap sebulan sekali gue mau beli satu set buat reward Fel kalo dia pinter ini itu. Lama-lama kan koleksnya jadi banyak. Ini sih baru rencana, khawatirnya jangan-jangan ntar malah belinya seminggu sekali.

I got a confession to make. Kalo Fel suka main orang-orangan, nah kalo gue dari kecil emang suka main rumah-rumahan. Waktu SD gue kalo main Lego malah bikin landscape denah rumah tampak atas. Lengkap ada kamar, ruang duduk, dapur, ruang makan, kamar mandi. Trus figurin Legonya nanti main rumah-rumahan deh di situ. Yanasib nggak dibeliin rumah Barbie. Gedean dikit, gue beli semua PC game The Sims trus main di komputer. Subhanallah, gue main The Sims itu bisa berjam-jam dan selama bertahun-tahun pula, bahhh sungguh buang-buang waktu, tapi asyik, hahaha. Sekarang di ponsel gue pasti ada apps rumah-rumahan, dimainin sekian lama, bosen dan uninstall, trus cari lagi apps lainnya.

Dan di kehidupan ‘nyata’ alhamdulillah gue kerjaannya tiap hari main rumah-rumahan, wong gue ibu rumah tangga. Gue udah pernah mendesain dua rumah kami. Gue udah pernah ngasuh anak yang masya Allah pinternya bukan main. Yang belum kesampaian memang membangun rumah sendiri dari nol, yang dua rumah ini kan beli jadi. Semoga terkabul ya, insya Allah.

Jadi mulai mengoleksi Sylvanian Families ini jadi semacam win-win solution. Fel happy. Gue happy buang-buang duitnya, hey I get to relive my youth through them. Rumah kami jadi hangat karena pajangan rumah-rumahan Sylvanian ini beneran bikin hati bahagia. Koleksinya insya Allah awet karena kualitasnya di atas rata-rata jadi suatu saat bisa diwariskan ke anaknya Fel. Atau kalau kelak kami bosan, ini semua bisa dijual lagi dengan harga pantas, banyak banget kolektor di luar sana yang mau nampung.

20171222_201114

Isn’t our life awesome? Masya Allah, alhamdulillah.

Update: rapor akhir semester sudah diterima. Ternyata nilai UAS kemarin masya Allah bagus dan berkilauan! Kalau begitu anaknya bolehlah segera dikasi hadiah Sylvanian lagi, juga emboknya karena udah nemenin belajar!